Profil Joey Alexander - Joey merupakan seorang pianis jazz muda kelahiran Bali, Indonesia. Di usia muda, ia sudah melanglang buana tampil di pertunjukkan. Bahkan, Joey sudah pernah menyuguhkan permainan piano di hadapan Herbie Hancock dan Bill Clinton. Puncak karirnya di tahun ini tentu saja saat Joey memainkan tuts piano dengan luwes dalam ajang bergengsi 58th Annual Grammy Awards. Meskipun belum berhasil memenangkan Grammy, ia mendapat nominasi untuk kategori Best Jazz Instrumental Album dan Best Improvised Jazz Solo.
![]() |
Biodata
- Nama lengkap : Josiah Alexander Sila
- Tempat tanggal lahir : Denpasar, 25 Juni 2003
- Orang tua : Denny Sila dan Fara Sila
- Genre : Jazz
- Pekerjaan : Musisi
- Instrumen : Piano
- Tahun aktif : 2012–present
- Website: JoeyAlexanderMusic.com
- Twitter: @_joeyalexander
- instagram.com/joeyalexandermusic
Joey Alexander (lahir : Josiah Alexander Sila lahir di Denpasar, 25 Juni 2003; umur 12 tahun) adalah pianis jazz asal Indonesia. Dalam usia sangat muda (7 tahun) ia telah menguasai teknik permaiann piano dan improvisasi yang sangat penting dalam aliran musik jazz. Ia merilis album musik perdananya yang berjudul "My Favorite Things" pada tanggal 12 Mei 2015 di usia 11 tahun di bawah Motema Record, New York. Melalui album ini, Joey mendapatkan nominasi Anugerah Grammy untuk dua kategori: Best Instrumental Jazz Album ("My Favorite Things") dan Best Jazz Solo Improvisation (Giant Steps dari album tersebut).
Joey hampir sepenuhnya belajar musik jazz sendiri (autodidak) sejak usia enam tahun, ketika ia diberi hadiah keyboard oleh orang tuanya. Ia pernah tampil di hadapan Herbie Hancock dan Bill Clinton. Pada tahun 2014, Wynton Marsalis mengundang Alexander untuk bermain di malam gala Jazz at Lincoln Center 2014, dan ia menjadi "sensasi dalam semalam", tulis The New York Times. Joey memenangi Grand Prix dalam Master-Jam Fest 2013, dan tampil di Montreal International Jazz Festival dan Newport Jazz Festival 2015.
Perjalanan Karir Joey Alexander
Nama Joey Alexander sebenarnya sudah cukup menarik perhatian banyak orang ketika dalam usia muda, ia mampu memainkan permainan piano dalam aliran jazz. Jenis permainan ini umumnya hanya bisa dimainkan oleh mereka yang sudah berlatih selama bertahun-tahun. Tapi, Joey justru mampu melakukannya saat usianya menginjak 7 tahun.
Pada usia 11 tahun, Joey unjuk kebolehannya dengan meluncurkan albmum berjudul “My Favorite Things" pada tanggal 12 Mei 2015. Album inilah yang membawa Joey masuk salah satu nominasi Grammy 2016.
Perjalananya meraih album tersebut karena banyak orang yang kagum akan kemampuan Joey. Wynton Marsalis, contohnya. Pemain terompet dan pencipta lagu asal Amerika tersebut pernah mengundang Joey untuk tampil dalam ajang musik Jazz di Lincoln Center pada 2014.
Permainannya kala itu mampu memukau dan masuk berita di The New York Times. Majalah Down Beat juga memuji Joey sebagai seorang jenius yang memiliki arti dan memiliki permainan solonya sendiri.
Joey pun cukup dikenal di kalangan musisi di Amerika. Setelah itu, ia banyak mendapat undangan tampil. Salah satunya di Arthur Ashe Learning Center, ketika ia harus memainkan piano di depan mantan presiden Amerika, Bill Clinton.
Joey juga pernah bermain di Apollo Theater. Ia juga tampil di Juilliard School, yang memukau para siswa dan menarik perhatian NBC News. Dan yang paling fenomenal adalah ketika Joey tampil di salah satu kampus Kolombia. Penampilannya di kampus tersebut mampu menyedot perhatian netizen sampai 500 ribu penonton.
Joey juga tidak hanya tampil di Amerika. “Anak ajaib” ini juga pernah tampil di gelaran festival jazz yakni di Denmark pada gelaran Copenhagen Jazz Festival. Dan tentu saja ia juga tampil di tanah kelahirannya, Indonesia pada ajang International Java Jazz Festival di Jakarta pada 2014.
Beberapa festival Jazz lain yang Joey ikuti adalah Newport Jazz Festival di Rhode Island dan Montreal International Jazz Festival di Kanada.
Kehidupan Pribadi
Lalu, bagaimana latar belakang Joey Alexander? Emngapa anak sekecil itu mampu memainkan piano dengan hebat?
Tampaknya jawabannya adalah karena Joey Alexander memang terlihat untuk musik, terutama musik Jazz. Ayahnya, Denny Silla adalah soerang musisi jazz amatir. Sementara ibunya, Farah Leonora Urbacm, merupakan seorang yang sangat menggemari musik Jazz.
Lahir dari lingkungan keluarga yang menyukai musik Jazz, membuat Joey kecil akrab dengan musik jazz. Saat balita, Joey sering mendengarkan musik-musik Jazz yang merupakan musik dan album koleksi ayahnya.
Saat usianya menginjak enam tahun, Joey kemudian mulai belajar memainkan pianon sendiri. Ia belajar piano menggunakan keyboard listrik kecil yang merupakan hadiah dari ayahnya..
Paham akan kemampuan sang anak, ayahnya kemudian membawa Joey alexander lebih dekat dengna musik Jazz. Saat itu, Joey banyak mendapat pengalaman dari musisi Jazz dari Bali dan Jakarta.
Saat usia 9 tahun, Joey Alexander mendapatkan penghargaan Grand Priz dalam event Master-Jam Fest 2013. Event tersebut adalah sebuah kompetisi musik Jazz yang diikuti 43 musisi dari segala umur yang berlangsung di Ukraina.
Perjalanan panjang bocah yang lahir pada 25 Juni 2003 itu kemudian mendapatkan hasil positif dengan semakin terkenlanya dia pada ajang Grammy Award 2016. Apalagi, sebelumnya ia sempat masuk Billboard 200 di Amerika Serikat untuk album debutnya My Favorite Things.
Penghargaan tersebut menjadikan pianis cilik bernama lengkap Josiah Alexander Sila ini menjadi artis Indonesia pertama yang masuk Billboard 200.


0 komentar:
Posting Komentar